egosime agama

masih sama seperti kemarin,
saat ini aku sedang menyembah Tuhan yang aku percayai
Tuhan yang aku kenal nama dan sifat-sifatNya dari kedua orangtuaku sejak dulu
dengan demikian aku berdoa kepadaNYa, meminta perlindungan dariNya, dan senantiasa  mengingatNya
dan begitupun dengan kamu
masih juga sama seperti kemarin
kamu sedang menyembah Tuhan yang kamu percayai
Tuhan yang juga kamu kenal nama dan sifat-sifatNya dari kedua orangtuamu sejak dulu
dengan demikian kamu berdoa kepadaNya, meminta perlindungan darinya, dan senantiasa mengingatNya
walaupun demikian
Nama Tuhan kita tentu saja berbeda
cara kita berdoa juga berbeda
cara kita meminta perlindungan juga berbeda
dan bahkan cara kita mengingatNya juga sangat berbeda
lantas, salahkah semua perbedaan ini?
aku rasa tidak sama sekali
setidaknya dengan demikian kita menjadi belajar tentang arti penting “toleransi”
dimana aku menghormati keyakinanmu, dan sebaliknya kamu juga menghormati keyakinanku
karena pada akhirnya adalah :
untukku agamaku dan untukmu agamamu

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *