Kala Modernitas Menyingkirkan Mereka yang Nongkrong dan Makan di Stasiun MRT

Sebagian orang jengkel dengan aksi penumpang MRT yang nongkrong dan makan di stasiun. Rasa jengkel itu ditumpahkan ke media sosial. Di sanalah mereka menyebut penumpang itu tak beradab, norak, dan tak berbudaya. Ucapan itu barangkali memang tak bermakna apa-apa. Lebih khusus untuk kita yang terbiasa hidup dalam arus perkotaan. Di kala efisiensi menjadi tolak ukur, […]

Continue Reading

Menalar Murka Tuhan di Televisi

Ilustrasi Azab Dok: kumparan     Seorang teolog Jerman, Rudolf Otto, dengan apik menggambarkan bahwa Tuhan adalah Dia yang dialami. Pengalaman itu bisa berarti banyak hal, kesulitan atau kemudahan, kemerdekaan atau keterbelengguan, hingga kemurkaan atau kewelasasihan. Dua keping yang saling berkebalikan itu setia membayangi hidup manusia. Keberadaan sosok yang kudus disadari dengan cara seperti itu. […]

Continue Reading

Tahun Baru, Waktu dan Ketakbermaknaan

Banyak yang berpikir bahwa waktu adalah skema untuk menandai pencapaian seseorang. Detik yang berganti menit, jam, hari, bulan, hingga tahun yang kemudian dipahami sebagai sebuah perayaan. Serba cepat, spesial, meriah dan penuh kegembiraan. Beragam resolusi pun diikrarkan, ada yang melabuhkan doa serta harapan untuk lulus kuliah, enteng jodoh, kenaikan pangkat, naik gaji, hingga hal lainnya […]

Continue Reading

Antagonisme dan Kesementaraan Posisional

Mouffe berkali-berkali mengingatkan bahwa ada dimensi antagonisme yang melekat di dalam relasi antarmanusia. Itu yang menyebabkan tiap-tiap kita selalu tidak pernah sama dalam mempersepsi sesuatu, juga selalu memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan persoalan. Antagonisme ini yang kemudian membelah relasi antarmanusia itu menjadi “kami” dan “mereka”. Di mana kekuasaan, sebagai artikulasi dari imaji tentang kesatuan […]

Continue Reading

Masa Kecilku

Sejak kecil, aku selalu merasa berbeda dengan anak seusiaku. Bila teman-temanku memiliki intensionalitas yang penuh terhadap dunianya, dunia anak-anak yang normal, maka aku pikir aku hanya separuh memilikinya. Baiklah, aku memang mengakui bahwa diriku juga suka bermain video game, menerbangkan layang-layang, membaca komik, hingga menonton film kartun. Namun di sela-sela itu, aku merasa bahwa aku […]

Continue Reading

Bila Ibrahim Tiba Hari Ini

Iman kerap dipahami sebagai modus penerimaan secara sukarela terhadap suatu sistem kepercayaan yang dianggap benar. Dalam hal ini iman jauh melampaui segala doktrin filosofis mengenai rasionalisme maupun empirisme. Terkait pertanyaan bagaimana kita mengetahui dan menyingkap kebenaran, rasionalisme akan selalu mempostulasikan akal sebagai hakim tertinggi, sementara itu empirisme menyibukan dirinya dengan pengalaman indrawi, di sini iman […]

Continue Reading

On Forgiveness

Sore tadi saya begitu menikmati teks Deridda; “On Forgiveness”, sebuah gumpalan pemikiran filsuf postmo yang saya kira begitu relevan bila dikontekstualisakan pada hari raya Idul Fitri esok hari. Di saat kita sama-sama tahu bahwa esok kata “maaf“ mengalami deflasi akut dan akan menjadi barang obral yang akan sangat mudah untuk dijumpai. Dan boleh jadi esok […]

Continue Reading

Menyoal Hate Speech

Belakangan ramai membahas megenai surat edaran dari polri mengenai ujaran kebencian (Hate Speech). Di situ reaksi masyarakat pun muncul, ada yg manut-manut saja dengan menggaransikannya pada doktrin agama yang memang melarang perkataan kotor, ada yg kritis dengan lantang mengatakan bahwa ini bentuk pembungkaman demokrasi bung, ada juga kelas menengah ngehe yg cukup tau lalu berkata; […]

Continue Reading

Bahasa Ekspresif dalam Teater ‘Suksesi atau Kudeta’ : Suatu Analisis Filsafat Bahasa dengan Pendekatan Fenomenologi Edmund Huserl

Introduksi Depok, 27/04/2015, sebuah pertunjukan teater yang berjudul ‘Suksesi atau Kudeta’ diselenggarakan di auditorium gd.IX Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI (FIB UI) oleh Teater Agora. Pertunjukan teater yang pada mulanya diawali oleh adegan ‘ranjang’ di sebuah kamar ini sebetulnya sedang  menarasikan mengenai nasib dan masa depan pondok mesin hasrat.[1]Di mana dikisahkan seorang Mami (germo) dari pondok […]

Continue Reading